Pengurus MUI Kota Medan Dilantik Peran Ulama Harus Lebih Ditingkatkan

Medan, Keberadaan para ulama ditengah masyarakat menjadi sangat penting dalam memberi dakwah dan ajaran Islam sesuai Al Quran dan Hadist. Untuk itu, perannya harus terus ditingkatkan membangun umat muslim yang Rahmatan Lil’alamin. “Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin yakni agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta. Untuk itu harus menjadi acuan utama peran ulama di Indonesia dan khususnya di Kota Medan ini,” ujar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Prof H Mohammad Hatta di acara Ta’aruf dan pelantikan serta Rakerda I tahun 2016 pengurus MUI Kota Medan, masa khidmat 2016-2021, di aula gedung MUI Medan Jalan Amaliun Medan, Sabtu (23/7/2016). Dikatakan Prof Hatta, berdirinya MUI sejak 26 Juli 1975 merupakan torehan sejarah yang luar biasa terhadap bangsa dan negara. Sebab, ini dimulai kesadaran para ulama yang ingin memberi sumbangsih sehingga menjadikan modal Agama Islam salah satu pengisi berbagai program di bangsa dan negara Indonesia. “Selama 47 tahun keberadaannya MUI telah berusaha menjadikan keberadaannya yang tidak terpisahkan dari angsa ini. Berbagai kegiatan sudah dilakukan terutama keharmonisan internal dan eksternal umat Islam sendiri. Untuk itu ulama mampu mengendalikan diri agar tidak berada pada konflik,” ucapnya yang kembali terpilih menjadi Ketua MUI Medan untuk keempat kali nya. Untuk itu, lanjutnya, program kerja pengurus MUI Kota Medan harus kembali pada fungsi MUI sebagai pewaris tugas nabi, pemberi fatwa, taushiyah dan tazkiran pembimbing dan pelayan umat serta penegak Amar Maruf bagi Munkar. Dikesempatan yang sama, Tokoh Masyarakat Sumut, Dato’ Seri Lelawangsa Syamsul Arifin, mengatakan, saat ini kehadiran ulama sering tidak dihargai. Apalagi banyak organisasi Keislaman yang sudah tidak benar tujuannya. “Padahal kehadiran ulama sangat penting. Melalui peran ulama lah syariat Islam dapat disebarkan. Kembali lah ke sifat Rasulullah. Yang berjihad diaharan Islam sesuai Al Qur’an dan Hadist. Ulama harus bisa mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Sehingga ulama bisa membantu mengatasi permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat seperti merajalelanya peredaran narkoba, rentenir yang menyengsarakan umat dan lainnya,” kata mantan Gubsu ini. Sementara Sekda Kota Medan, Ir Syaiful Bahri menyatakan, Pemko Medan meminta kepada MUI Kota Medan agar meletakkan salah satu fokus program kerjanya kedepan yakni pemberantasan peredaran dan penggunaan Narkoba. Karena dinulama jauh lebih dikenal luas oleh masyarakat maka potensi ini dapat menjadi bagian dari strategi mencegah generasi muda terjerumus kedalam lembah hitam tersebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *