Bolehkah Berobat dengan Cara Spekulatif?

Pertanyaan:

Tetangga saya sudah lama menderita penyakit paru-paru, dan sudah berikhtar berobat  dengan berbagai dokter dan meminum bermacam-macam obat, tetapi tidak sembuh-sembuh juga. Bagaimana hukumnya jika ia berspekulasi dengan suatu obat yang diyakininya, jika sembuh ya sembuh. Jika tidak, paling-paling mengakibatkan kematian?

(Asnul Arifin, Pancing)

 

Jawaban:

Hukum mengobati penyakit adalah sunah. Tentu saja, mengobatinya dengan obat yang mu’tabar, yang bersumber dari dokter yang ahli. Memang terkadang dalam obat itu, mengandung efek samping. Tetapi, dokter yang sudah ahli sudah memperhitungkan tidak lebih mudharat dari penyakit yang diderita dan disembuhkan.

Sedangkan berobat dengan cara spekulasi atau coba-coba, hukumnya haram. Sebab ia sama seperti orang yang sedang mengundi nasib. Sebab, sudah ada gambaran akibat dari cara pengobatan seperti itu bisa menyebabkan kesembuhan. Kalau tidak, menyebabkan kematian. Berobat diperintah, tetapi membunuh dilarang. Maka dalam pengobatan tersebut terdapat perintah dan larangan. Kaidah fikih sudah menjelaskan hal seperti ini, bahwa mencegah lebih diutamakan. Kaidah fikih menyatakan, “Apabila berkumpul pencegah dan penuntut, maka menanglah pencegah atas penunut.”

Berdasarkan kaidah ini, kita tidak boleh melakukan pengobatan dengan cara spekulasi. Berobat dengan cara yang wajar melalui dokter yang ahli. Insya Allah, jika sudah saatnya sembuh, maka akan disembuhkan Allah. Karena hakikat yang menyembutkan adalah Allah. Bukan dokter dan juga bukan obat. Allah Swt berfirman lewat kisah Nabi Ibrahim, “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyebumbuhkan.” (QS. As-Syu’ara [26]: 80)

Sekali lagi, berikhtiarlah dengan pengobatan yang wajar, dan menghadap dan berdoalah kepada Allah, agar penyakit yang diderita disembuhkan-Nya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Berobatlah, wahai hamba-hamba Allah, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali telah diturunkan obatnya.”

(Penjawab: H. Rahmat Hidayat Nasution, Lc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *