Hukum Membuat Kaligrafi Berbentuk Manusia atau Hewan

Dr. M. Syukri Albani Nasution, MA

(Sekretaris Umum MUI Kota Medan)

 

Pertanyaan:

Ustadz, saya pernah melihat keponakan saya belajar kaligrafi dengan menggambar bentuk hewan dengan kalimat Bismillah. Begitu juga saat melihat perlombaan kaligrafi di MTQ, saya melihat ada yang menggambar syahadah dengan orang yang sedang duduk saat sedang shalat (Baca; duduk iftirasy/tawarruk). Bagaimana hukumnya dalam Islam? (Maulana, Bandar Selamat)

Jawab:

Bismillah, syahadah dan kalimat-kalimat zikir lainnya adalah kalimat suci dalam Islam. Karena itu, wajib kita hormati dan juga kita menjaganya dari segala hal yang dapat menghinakannya.

Merujuk pada hadits Rasulullah, menggambar yang dibolehkan adalah menggambar pohon-pohon, gunung-gunung dan sesuatu yang memang tidak memiliki ruh sama sekali. Menggambar hewan atau manusia hukumnya adalah haram. Sebagaimana Ibnu Abbas meriwayatkan, dia berkata,

“Telah datang seorang laki-laki kepada Ibnu Abbas ia berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Tiap-tiap penggambar itu di dalam neraka. Ditaruhkan baginya dengan tiap-tiap gambar dengan gambarnya itu suatu jiwa, maka menyiksa dia di dalam neraka Jahannam.” Kata Ibnu Abbas, “Maka jika tidak dapat tidak, mesti juga kau buat, maka buatlah gambar pohon atau sesuatu yang tidak ada ruh di dalamnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan diriwayatkan dari Siti Aisyah, ia berkata, “Aku mendengar Aisyah ra. Rasulullah SAW pernah datang dari perjalanan, dan sesungguhnya aku tutupi ruang beranda dengan tutup yang ada gambarnya. Maka tatkala melihatnya oleh Rasulullah SAW berubahlah wajah beliau sambil bersabda, “Hai Aisyah! Yang paling keras manusia dan memperoleh siksa dari Allah di hari kiamat adalah yang menyerupakan dengan perbuatan Allah. Kata Aisyah, “Maka kami potong dia dan kami jadikan daripadanya sebuah bantal atau dua buah bantal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dapat ditarik kesimpulan, bahwa tulisan kalimat-kalimat suci yang menjadi gambar-gambar hewan yang bernyawa seperti burung, orang-orang duduk tasyahhud, gambar semar dan sebagainya, berarti mendatangkan tulisan-tulisan suci dengan sesuatu yang diharamkan. Oleh sebab itu, mencampurkan yang hak dengan yang batil harus dijauhi oleh orang-orang yang bertakwa. Allah Swt berfirman, “Jangan kamu campur-adukkan yang haq dengan yang batil.”

3 tanggapan untuk “Hukum Membuat Kaligrafi Berbentuk Manusia atau Hewan

  • November 11, 2017 pada 3:14 am
    Permalink

    Assalamualaikum wr.wb
    maaf sebelumnya saya mau tanya megenai perkatan rasulullah yang berbunyi ““Tiap-tiap penggambar itu di dalam neraka”. . . berarti setiap oraang yang melukis dan menggambar adaalah neraka. bagaimana dengan hasil dari kamera apakah itu termasuk.Hasil dari kamera juga merupakan gambar yang dibuat oleh teknologi mohon penjelasannya .

    Balas
  • Oktober 29, 2018 pada 4:45 pm
    Permalink

    ustad, lalu bagaimana dengan para seniman komik di Webtoon, Ciayo, Comico dll?
    apakah mereka harus berhenti dari profesi mereka karena pekerjaan mereka menghasilkan dosa dari membuat komik-komik tersebut?

    Balas
  • Juni 25, 2019 pada 12:31 pm
    Permalink

    Assalamualaikum ustadz, lalu bagaimana dengan yang masih sekolah, kan biasanya ada pelajaran menggambar?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *