Bolehkah Menuntut Ilmu Agama Tanpa Guru ?

H. Rahmat Hidayat Nasution, Lc

Anggota Komisi Informasi dan Komunikasi

 

Pertanyaan:

Melihat perkembangan dunia IPTEK yang begitu pesat, sehingga ada seseorang yang belajar menuntut ilmu agama hanya dengan memanfaatkan internet dan buku-buku yang ada. Sehingga ia mempelajari agama tanpa guru. Apakah sah ibadah-ibadah yang dilakukannya, seperti shalat, haji dan sebagainya? (Hermansyah, Medan Tembung).

Jawaban:

Kemajuan di bidang teknologi dan informasi saat ini memang tak diragukan memberikan dampak positif dan negatif. Apalagi disertai dengan kemudahaan mengakses internet melalui smartphone. Sehingga tidak sedikit orang yang belajar agama hanya dengan memanfaatkan situs-situs Islam, ebook-ebook islami, dan tayangan video Youtube.

Permasalahan ibadah yang dilakukan lewat hasil bacaan di internet dan tayang video Youtube perlu ditinjau lagi. Jika ia mempelajari ibadah tersebut dengan benar, artinya memenuhi syarat-syarat dan rukun-rukun ibadah tersebut serta menjauhi segala hal yang membatalkan ibadah tersebut, maka ibadahnya sah. Hanya saja, ia sudah meninggalkan adab dalam menuntut ilmu.

Yang terlebih sulit lagi, ketika menemui problem dalam ibadah yang dilakukan tidak tahu bertanya kepada siapa. Inilah yang menjadi permasalahan. Hingga dikhawatirkan, ia akan beribadah hanya dengan menggunakan akal dan duga-dugaannya saja. Di sinilah, dikhawatirkan, masuknya peran setan hingga bisa membuatnya menjadi sesat.

Selain itu, proses menuntut ilmu tanpa guru termasuk meninggalkan apa yang dilakukan para salafussaleh dan para ulama terdahulu. Makanya Syeikh Ibnu Ruslan berpesan di dalam kitab Zubadnya, “Siapa yang tidak mengetahui ini (sesuatu), hendaklah ia bertanya. Siapa yang tidak mendapatkan guru, hendaklah ia berangkat ke mana pun untuk mencarinya.”

Malah bila kita pelajari dari kisah Nabi Musa as. yang dimaktubkan di dalam surat al-Kahfi bahwa Nabi Musa as. dalam menuntut ilmu harus melakukan perjalanan jauh untuk menjumpai gurunya, Nabi Khidir as. Ini jugalah yang dilakukan Jabir bin Abdillah untuk mempelajari 1 hadis kepada Abdullah bin Anas. Ia melakukan perjalanan hingga 1 bulan.

Karena itu, lebih baik belajar dengan guru sambil belajar juga melalui situs-situs Islami, ebook-ebook Islami dan Video Youtube. Bila ada yang tidak dapat dipahami, maka ada tempat untuk bertanya. Sehingga ibadah yang dilakukan dengan benar dan sah menurut syari’at.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *