Hukum Menggunakan Jalan Umum Untuk Kepentingan Pribadi

Dr. H. Ahmad Zuhri, Lc. MA

Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Medan

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Wr, Wb.

Ustadz, sekarang ini sering terjadi di tengah masyarakat, ada sekolompok orang yang menggunakan sebahagian atau seluruh badan jalan umum untuk kepentingan pribadi, yang dapat mengganggu pengguna jalan, apakah hal ini dibolehkan dalam Islam?

Wassalam, Safarudin, Medan Helvetia

Jawaban:

Wa’alaikum Salam, Umat Islam harus memberikan rasa aman dan menjaga ketentraman antar sesama umat manusia, terutama pada tempat-tempat fasilitas umum seperti Jalan Raya,  Akhlaq dan etika didalam Islam menjunjung tinggi persamaan hak dan lebih mengutamakan kemaslahatan yang lebih besar dari pada kepentingan pribadi maupun kelompok, tidak saling zalim dan menzalimi. Sehingga dari sinilah kemuliaan Islam yang selalu menjunjung tinggi akan hak dan kemaslahatan tidak hanya dalam kehidupan sesama manusia semata, melainkan lebih dari itu yaitu meliputi kemaslahatan terhadap semesta alam. Maka hukum menggunakan jalan umum untuk kepentingan pribadi sebagai berikut:

Jalan umum yang  sengaja digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok yang menyebabkan terjadinya keresahan atau mengganggu pengguna jalan dan kepentingan umum lainnya, maka hukumnya adalah HARAM. Dan jika jalan umum digunakan dengan sengaja demi kepentingan yang lebih luas, dan tidak bermaksud untuk meresahkan atau mengganggu kepentingan umum lainnya, seperti acara-acara pemerintah, pembangunan jalan,  atau karena melayat, maka hal ini dianggap “Dharurat” dan hukumnya adalah MUBAH.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amar ra. Rasul bersabda: Seorang Muslim adalah orang yang memberikan ketenangan terhadap muslim lainnya baik dari lidahnya, dan maupun dari tangannya. Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah. (Hadis Mutafaq “alaihi). Dapat diambil dari hadis ini, bahwa menggunakan jalan umum yang dapat mengganggu lalulintas umum lainnya adalah termasuk yang dilarang dalam Islam. Rasulullah saw bersabda: “Jangan merusak dan jangan saling membuat kerusakan

Hadis di atas menegaskan haram hukumnya kita membuat kerusakan. Mengganggu atau membuat keresahan di tempat kepentingan  umum sama dengan membuat kerusakannya itu merusak kemaslahatan dan kepentingan umum yang lebih besar.  Maka tindakan tersebut hukumnya tidak boleh dan jatuh kepada perbuatan yang haram. Wallahua’lam

2 tanggapan untuk “Hukum Menggunakan Jalan Umum Untuk Kepentingan Pribadi

  • Januari 12, 2018 pada 11:17 am
    Permalink

    assalamualaikum di tempat saya terdapat masjid yang awal mula na kecil dan sekarang maju pesat menjadi lebih besar dan rumah saya berada persis di belakang masjid tapi sekarang masjid telah di perbesar dan mengusik rumah saya dari tritisan rumah saya di potong tyusss akses jalan saya sekarang mau di tutup juga oleh pembangunan masjid dengan maksud saya sekeluarga sudah tidak boleh lewat jalan utama saya sekeluarga di harus kan memutar lewat pintu belkng saya sudah dateng ke pihak rt setempat tapi tidak respon para ulama yang mengaku ustad dll malah mendukung tindakan untuk menutup jln akses rumah saya

    Balas
    • Agustus 5, 2019 pada 5:01 pm
      Permalink

      Kejadian persis dgn apa yg saya alami skrg..jalan umum di tutup untuk kepentingan pribadi sang ustdaz dan yayasannya. Warga sama sekali keberatan tp Tdk ada yg berani protesi Krn ust tsb dianggap sesepuh dan konon jalan yg di tutup itu dulunya tanah wakaf dan skrg dikuasai sm klg ust tsb.. sangat miris keluar masuk jd via jalan sempit dan kendaraan tergores oleh badan jalan harus kemanan mengadu semua Ini??? Mestinya seorang ust meneladani jamaahnya

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *