Benarkah Siksa Kubur Ada?

Drs. Kiyai. Muhyiddin Masykur

Sekretaris Lembaga Zakat, Wakaf, Infaq dan Shadaqah
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan

Pertanyaan : Apakah siksa kubur dan pertanyaan kubur itu benar – benar ada, bagaimana seorang yang meninggalnya sebab dibakar sehingga menjadi abu lalu abunya dihambur – hamburkan di udara? Apa dasarnya?

Jawaban : Di antara yang wajib diyakini oleh orang mu’min yang mukallaf adalah: pertanyaan (soal kubur) oleh malaikat Munkar Nankir, siksa kubur bagi manusia yang durhaka dan ni’mat kubur bagi yang taat itu benar – benar adanya. Adapun dalilnya adalah hadits – hadits yang banyak, dari riwayat yang berbeda – beda sehingga sampai ketingkatan hadits masyhur, maka sekelompok manusia yang mengaku beragama Islam yang mengingkari terhadap adanya soal kubur, siksa kubur dan ni’mat kubur adalah termasuk ahli bid’ah dan sesat karena telah berani mengingkari hadits – hadits masyhur. (Bidayatul Murid hlm:102)

Adapun dalil – dali hadits yang menunjukkan atas hal – hal tersebut antara lain hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Nasa’i, bahwasanya nabi Muhammad saw bersabda, artinya: bahwasanya hamba (manusia) ketika diletakkan di liang kuburnya dan teman – teman (pengiring)nya telah mulai berpaling darinya, maka hamba itu sungguh mendengar suara derap sepatu (sandal) mereka pada waktu pergi meninggalkannya, kemudian ada dua malaikat mendatanginya dan keduanya mendudukkan hamba itu seraya berkata kepadanya: “Bagaimana pendapatmu mengenai laki – laki bernama Muhammad?”

Di antara dalil hadits yang menunjukkan atas siksa kubur adalah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Nasa’i: “Bahwasanya Rasullullah saw keluar rumah sesudah tenggelam matahari, kemudian mendengar suara maka berkatalah Rasulullah: “Yahudi itu disiksa dalam kuburnya .”

Selanjutnya Imam Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i dan Abu Dawud telah meriwayatkan suatu hadits: “Bahwasanya Nabi saw. pernah melewati dua kuburan, lalu beliau berkata: “Kedua orang laki – laki itu sedang disiksa bukan karena melakukan dosa besar. Salah satunya yaitu pengadu domba, sedangkan yang lainnya dia tidak menutup diri sewaktu kencing, kemudian Nabi meminta pelepah kurma yang masih basah dan dibelah menjadi dua lalu beliau menancapkan satu belah pelepah kurma di atas kuburan yang satu dan menancapkan pula di atas kuburan yang satunya, kemudian beliau berkata: “Mudah – mudahan kedua orang laki – laki itu (maksudnya yang ada dalam kuburan tersebut) diringankan siksanya selama kedua pelepah kurma itu tidak kering.” Berpijak dari hadits – hadits itu, jelas bahwasanya pertanyaan kubur dan siksa kubur bukan sekedar berita semata namun benar – benar akan adanya.

Di dalam kitab Jauharatut Tauhid oleh Syeikh Ibrahim Al Laqony dijelaskan dalam nadzamnya: “Sualuna tsumma adzabul qabri na’imuhu wajib kaba’tsil hasyri”. Artinya:  pertanyaan malaikat kepada kita kemudian azab kubur serta ni’matnya adalah wajib begitu juga hari kebangkitan di Padang Mahsyar.”

Di dalam Kitab Aqidah Islam oleh Sayyid Sabiq halaman 389 dijelaskan: Ahlu Sunnah Wal Jama’ah berpendapat bahwa setiap manusia itu setelah meninggal dunia, pasti akan ditanya dan inilah yang disebut pertanyaan dalam kubur. Pertanyaan itu diajukan baik setelah ia dikuburkan di dalam tanah ataupun tidak dikuburkan. Jadi andaikata ada seorang yang matinya itu sebab dimakan oleh binatang buas ataupun dibakar sehingga menjadi abu lalu abu itu dihambur – hamburkan di udara, ataupun ia tenggelam dalam air lautan, maka dalam keadaan yang semacam itu pun ia pasti diberi pertanyaan juga tentang amalan – amalannya. Selanjutnya ia pun akan diberi balasan dengan kebaikannya, jikalau amalan – amalannya memang baik dan akan diberi balasan jelek jikalau amalan – manlan itu memang jelek. Keni’matan ataupun siksaan akan diberikan kepada jiwanya serta tubuhnya bersama – sama.

Selanjutnya dijelaskan dalam Kitab Tuhfatul Murid oleh Syeikh Al bajuri halaman 275 bahwasanya: mayit itu tetap ditanya meskipun anggota tubuhnya bercerai berai atau organ – organ tubuhnya telah dimakan binatang buas karena gampang saja bagi Allah untuk mengembalikan ruh ke dalam anggota tubuhnya itu meskipun sudah bercerai berai karena kekuasaan Allah patut untuk yang demikian dan Allah juga bisa mengembalikannya sebagaimana keadaannya yang semula.

Dan tersebut dalam kitab Tadzkiratul Qurthubi halaman 36 sebagai berikut: “maka ketahuilah wahai saudara – saudara, bahwa azab kubur dan ni’matnya itu adalah benar adanya sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits – hadits shohih. Akan tetapi Allah Ta’ala mengambil pandangan – pandangan makhluk dan pendengaran – pendengaran mereka dari golongan jin dan manusia tentang melihat azab kubur dan ni’matnya, karena satu rahasia ketuhanan. Dan barangsiapa yang ragu tentang hal itu, maka berarti ia telah mengingkarinya.

Satu tanggapan untuk “Benarkah Siksa Kubur Ada?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *