Kriteria Aliran Sesat

Drs. Kiyai. Muhyiddin Masykur

Tanya : Saya pernah mendengar ceramah dari seorang mubaligh bahwa aliran sesat itu berbahaya, bisa merusak akidah. Apa sebenarnya cirri – cirri dan kriteria aliran sesat itu?

Jawab: Aliran sesat adalah pemahaman yang keliru yang terkait dengan aqidah atau syariah tapi diyakini kebenarannya yang konskuensinya adalah kekufuran, seperti aliran kelompok inkar sunnah yang tidak mempercayai sunnah Rasul saw sebagai landasan Islam dan sebagainya.

Suatu aliran atau faham keagamaan dinyatakan sesat apabila memenuhi kriteria sesat menurut al – Qur’an, al – Hadits, Ijma’ dan Ijtihad serta pendapat  Ulama’ muktabar. Di antara kriteria sesat yaitu, Pertama: mengingkari setiap ajaran Islam yang telah disepakati kebenarannya, serta diketahui dari dalil agama secara pasti dan jelas, seperti mengingkari kewajiban shalat 5 waktu, zakat, puasa Ramadhan, haji, berbuat baik kepada kedua orang tua, dan wudhu’. Kedua: menghalalkan perkara yang diharamkan dengan ijma’ serta diketahui dari dalil agama secara pasti dan jelas seperti menghalalkan zina, minum khamr, membunuh, main sihir, dan mencuri. Ketiga: mengharamkan perkara yang halal secara ijma’ , serta diketahui dari dalil agama secara pasti, seperti mengharamkan jual beli atau nikah. Keempat: mewajibkan perkara yang tidak wajib secara Ijma’ seperti menambah satu raka’at atau satu sujud dalam sholat 5 waktu. Kelima: mengingkari perkara yang dihukumi sunnat menurut Ijma’ seperti mengingkari hukum sunnatnya shalat rawatib. Keenam: mengingkari kemukjizatan al – Qur’an. Ketujuh: mengingkari satu sifat dari sifat- sifat Allah yang wajib bagi-Nya seperti sifat Hayat, Ilmu, Sama’ dan seterusnya. Kedelapan: menghina atau melecehkan agama Islam, dalam hukum syari’ahnya atau aqidahnya. Kesembilan: menghina agama Islam dengan cara melemparkan mushhaf al – Qur’an ke tempat kotor atau menginjaknya dan mengotori Ka’bah atau masjid. Kesepuluh: mengingkari adanya kebangkitan sesudah meninggal, surga, neraka, pahala, siksa atau lain – lainnya yang merupakan ajaran Islam yang telah disepakati kebenarnnya. Kesebelas: ragu-ragu (syak) pada adanya Allah swt, kerasulan nabi Muhammad saw, pada al – Qur’an, apakah dari Allah swt atau dari nabi Muhammad saw, pada adanya hari kiamat, surga, neraka, pahala, siksa atau pada ajaran Islam yang telah disepakati kebenarannya seperti Isra’ Nabi Muhammad saw, mukjizat nabi. (Tanwirul Qulub, hlm 364 dan Kifayatul Akhyar, hlm 649)

 

Untuk menjadi panduan dasar bagi ummat Islam MUI Pusat telah mengeluarkan pedoman identifikasi aliran sesat pada tanggal 6 November 2001. Dalam pedoman ini ditetapkan 10 kriteria sesat, yaitu:

  1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6 (enam) yakni beriman kepada Allah, kepada Malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada Rasul-Rasul-Nya, kepada Hari Akhirat, kepada Qadla dan Qadar dan rukun Islam yang 5 (lima) yakni mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan ramadhan, menunaikan ibadah Haji.
  2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i (al-Qur’an dan as-Sunnah).
  3. Meyakini turunnya wahyu setelah al-Qur’an.
  4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi al-Qur’an.
  5. Melakukan penafsiran al-Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.
  6. Mengingkari kedudukan Hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam.
  7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul.
  8. Mengingkari Nabi Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul terakhir.
  9. Merubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syari’ah, seperti haji tidak ke Baitullah, shalat fardhu tidak lima waktu.
  10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i, seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

Semoga kita dijaga oleh Allah swt dari kekufuran dan kemusyrikan. Amin.

3 tanggapan untuk “Kriteria Aliran Sesat

  • September 8, 2019 pada 4:10 pm
    Permalink

    Assalamualaikum wr.wb

    semoga Allah senantiasa memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya bagi kita semua umat muslim di Indonesia

    di dalam kesempatan ini saya ingin MUI Medan kiranya dapat meneliti, mencari tahu, serta memberikan keterangan kepada masyarakat di sekitar Blok Gading – Deli Serdang bahwa di sana ada sebuah perkumpulan Tareqat Naqsabandi yang melakukan ibadah2 dzikir di surau.

    yang saya khawatirkan adalah adanya penyimpangan Tauhid dimana para murid2 dari Khalifah (mereka menyebut gurunya sebagai khalifah) Alm. Mhd Noer Dzalil sering menyebutkan “petunjuk atau wahyu dari rohaniah”…dimana setau saya wahyu tidak akan lagi turun setelah Rasulullah SAW wafat.

    tata cara dzikir/wirid mereka selintas pernah saya dengar dari seorang anak nya dengan menyebutkan “ya suffi”….setau saya dzikir atau wirid yang di gunakan nabi atau rasulullah tidak ada mengatakan “ya suffi”….

    lalu mereka senantiasa berdzikir dengan melantunkan dzikir secara kuat2 agar mereka bisa merasakan kehadiran rohaniah secara kaffah dalam melafadzka dzikir atau wirid2…

    pada saat shalat pun mereka terlalu menghormati sajadah guru dengan tidak membolehkan orang lain atau murid yang belum mampu atau belum ditunjuk sesuai petunjuk/wahyu dari rohaniah untuk menuntun shalat berjamaah sehingga imam shalat posisinya berdiri bukan berada tepat di tengah2 mimbar surau, namun melainkan berada posisi di depan akan tetapi di samping kiri tepat berada di belakang sajadah guru/khalifah mereka….

    pernah saya bertanya kepada salah satu murid nya tentang dalil2, tapi mereka mengatakan mereka tidak punya dalil dari sunnah bahkan mereka mengatakan bahwa ajaran guru mereka sepertinya bertentangan dengan orang syariat namun sebenarnya tidak…setau saya Syariat, Hakekat, Tareqat, Makrifat semua sejalan berbarengan sesuai dengan tuntunan Quran dan Hadist2 Sahih.

    mohon di tindak dan di telusuri aliran tareqat naqsabandi ini yg berada di Bloko Gading – Klambir Lima – Deli Serdang

    saya takutkan karena ajaran ini berada di kampung2 sehingga penduduk kampung bisa terikut dengan aliran ini….apabila sesat maka umumkan lah kepada khalayak ramai sehingga masyarakat tau dan bisa menghindari aliran sesat seperti ini.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *