Status Sembelihan Seorang Muslim Tanpa Membaca Basmalah

Tanya :

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz, saya ingin bertanya apa hukumnya mengkonsumsi sembelihan seorang muslim yang tidak menyebut nama Allah ketika menyembelih binatang sembelihannya tersebut. Atas jawabannya saya ucapkan terimakasih.

Jawab :

Jumhur ulama selain Syafi’iyah mensyaratkan bacaan basmalah (bismillah) pada saat menyembelih binatang sembelihan. Hal ini didasarkan pada firman Allah Swt. pada surat al-An’am ayat 121 : Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.

Menurut mazhab Hanafi apabila seseorang sengaja tidak menyebut nama Allah, maka binatang sembelihan tersebut hukumnya haram, namun apabila disebabkan lupa, maka ia termasuk binatang yang halal. Imam Ahmad bin Hanbal membedakan antara binatang buruan dengan binatang yang disembelih. Menurutnya menyebut nama Allah merupakan syarat kehalalan pada binatang buruan, oleh karena itu apabila seseorang tidak menyebut nama Allah, baik karena lupa atau sengaja, ketika melemparkan senjata buruannya, maka binatang yang mati disebabkan senjata tersebut termasuk binatang yang diharamkan. Sedangkan pada binatang yang disembelih apabila tidak menyebut nama Allah karena lupa, maka ia termasuk binatang yang halal.

Berbeda dengan kedua pendapat di atas, menurut mazhab Syafi’i, hukum binatang sembelihan tetap halal walaupun tidak menyebut nama Allah ketika menyembelihnya. Dalil yang mereka gunakan adalah firman Allah, surat al-Maidah ayat 3, yaitu :

Artinya : Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.

Dalam ayat ini, kata menyembelih tidak dikaitkan dengan kewajiban menyebut nama Allah ketika menyembelih dan tidak dapat dipahami bahwa menyebut nama Allah bagian dari makna menyembelih, karena makna menyembelih adalah mengoyak dan membuka. Pendapat ini juga diperkuat oleh hadis yang bersumber dari ‘Aisyah ra. dalam Shahih Bukhari bahwasanya sekelompok orang datang dengan membawa daging sedangkan mereka baru masuk Islam dan kami tidak mengetahui apakah mereka membaca nama Allah atau tidak, Nabi mengatakan, ‘Bacalah ‘bismillah’ dan makanlah.’

Berdasarkan dalil yang dikemukakan oleh masing-masing ulama di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jika yang menyembelih itu seorang muslim sedangkan kita  tidak mengetahui ia membaca bismillah  atau tidak, maka asal dari seorang muslim adalah membaca bismillah (sembelihannya halal). Namun jika engkau yakin bahwa ia tidak membaca bismillah maka pendapat yang kuat (jumhur ulama) adalah engkau meninggalkannya. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik.

Wallahu a’lam
Penulis : Dr. H. Hasan Matsum, M.Ag
Wakil Ketua Umum MUI  Kota Medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *