RAMADHAN SEBAGAI MOMENTUM PENDIDIKAN KELUARGA

“Formalisasi Pendidikan Informal”

Dr. H. SUHERMAN, M.Ag

(Sekretaris Komisi Pendidikan dan Kaderisasi)

Pertanyaan :

Saya seorang ibu yang mempunyai dua orang anak laki-laki kembar. Mereka berusia 11 tahun dan masih  duduk di bangku kelas 5 SD. Di bulan suci Ramadhan ini mereka libur satu bulan dan dikembalikan ke masing-masing orang tuanya. Saya sedikit  kewalahan jika mereka libur panjang dan harus selalu bersama kami orang tuanya yang sebenarnya juga berkarier. Mohon kepada ustadz agar berkenan memberikan jawaban atau bimbingan kepada saya. Wassalam
Jawaban :

Ibunda yang terhormat, seharusnya ibu sebagai orang tua bersyukur jika anak ibu diliburkan oleh sekolahnya dan mengikuti pendidikan informal di rumah bersama keluarga terutama kedua orang tuanya. Kesempatan ini sebaiknya ibu dan bapak manfaatkan untuk lebih dekat dengan mereka dan memperkuat pendidikan agama dan pengamalannya. Ketahuilah bahwa orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak dan rumah sebagai lembaganya. Rasulullah Saw sendiri mengawali pendidikan di rumah keluarga Arqam. Ini sebagai isyarat bahwa rumah sebagai lembaga pendidikan pertama dan terpenting bagi anak khususnya untuk menanamkan pengetahuan agama, pengamalannya dan pembentukan akhlak mulia. Untuk itu sudah saatnya ibu memformalkan lembaga pendidikan informal yaitu rumah ibu, artinya memfungsikan rumah sebagai sekolah.

Ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk memfungsikan rumah sebagai lembaga pendidikan. Di rumah ada ayah sebagai penanggungjawab, ada ibu sebagai pengajar dan pendidik, sedangkan materinya tentulah pendidikan agama dan keagamaan yang berkisar pada tiga tema utama yaitu Iman, Islam dan Ihsan atau iman, ibadah dan akhlak mulia. Dalam Alqur’an sendiri terdapat pedoman pendidikan akhlak bagi anak di rumah yaitu QS. An-Nuur : 58. Di  dalam ayat ini Allah Swt. menegaskan betapa pentingnya pendidikan akhlak bagi anak dan itu dilakukan sejak dari rumah. Untuk itu kepada ibu disarankan agar menjadikan rumah tidak hanya sebagai tempat tinggal untk beerkumpul, tidur dan makan saja. Tetapi juga menjadikan rumah yang di dalamnya terdapat usaha pendidikan Islam yang sadar dan berkesinambungan.

Selama Ramadhan ini ibu dan bapak bisa berperan sebagai pendidik yang memberikan contoh tauladan dalam mengamalkan ajaran agama, menjadi figur yang berakhlak mulia dan menjadi kebanggaan bagi anak-anak. Selain itu selama Ramadhan ini anak-anak harus dipilihkan dan didekatkan dengan media serta hiburan sarat dakwah saja, dan bersihkan rumah dari rumah dan media maksiat. Ini artinya tanggung jawab ibu dan bapak sebagai karir adalah menciptakan lingkungan pendidikan agama bagi anak-anak. Jika di luar ramadhan anak menghabiskan waktu 150 jam sebulan di sekolah, maka ibu mempunyai waktu 720 jam sebulan di rumah. Tentunya durasi waktu tersebut memberikan kesempatan untuk melatih diri dan memberikan pelatihan dan pembiasaan kebaikan kepada anak. Lakukanlah dengan ikhlas dan istiqomah semoga rumah ibu mendapat barokah dan anak-anak menjadi shaleh. Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *