Puasa Membentuk Karakter Positif

Drs. H. M. Nizar Syarif

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr. Wb.“Ustadz, Bagaimana seharusnya kami berpuasa supaya tidak mudah disogok dan tetap konsekuen menegakkan keadilan ?”.

Jawaban :

Wa’alaikumsalam Wr. Wb., Alhamdulillah pertanyaan Bapak sangat tepat bila Bapak meneruskan kebiasaan menahan diri di bulan puasa sampai kepada kegiatan Bapak sehari-hari dimana saja, karena puasa yang benar akan membentuk manusia yang amanah, disiplin, adil, dan jujur.

Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah : 187 “Makan daan minumlah kamu hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa ini sampai (datang) malam”

Nabi Muhammad SAW yang bersifat jujur dan adil senantiasa mengingatkan kepada saksi dan terdakwa pada persidangan pengadilan supaya tetap mengemukakan alasan-alasan yang jujur agar putusan pengadilan tidak jatuh menjadi putusan neraka”.

Alhamdulillah sudah lebih 14 abad Nabi Muhammad mendahului kita akan tetapi nama dan wibawanya tetap disebutkan diingat oleh milyaran manusia yang mencintainya walau pada masa hidupnya dia tinggal ditempat sederhana bahkan pernah diboikot,dihina dan dianiaya.

Alangkah indahnya Indonesia dan utuhnya NKRI bila setiap umat yang berpuasa dapat terus membiasakan dirinya secara istiqomah melanjutkan kebiasaanya bersifat amanah, jujur, dan adil selama melaksanakan ibadah puasa. Ketika berpuasa, tidak seorangpun yang berani menelan seteguk air sejak terbit fajar sampai terbenam matahari walau tidak seorangpun yang melihatnya, karena orang puasa dengan iman mereka didepannya ada cctv malaikat yang terus merekam semua perbuatannyya karenanya tidak seorangpun orang puasa yang beriman mau membalas cela dan makian orang lain kecuali hanya mengucapkan “Aku sedang puasa”.

Sabda Nabi SAW:“Jika ada orang mencaci makimu atau berbuat jahil kepadamu maka katakanlah “Aku sedang berpuasa”( HR. Bukhori dan Abu Daud)

Seharusnya Indonesia yang kaya dan subur akan mampu membuat rakyatnya hidup makmur bila penduduk yang berpuasa tetap bertahan dalam amanah, adil, dan jujur. Sebaliknya bila penduduk mayoritas kufur dan tidak jujur, maka rakyat akan terlantar dan menggangu.

Firman Allah dalam Surat Al-A’raf : 96 “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pasti kami limpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) maka Kami siksa mereka sesuai dengan perbuatan mereka.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *