TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA

Dr. H. M. Ahmad Zuhri, Lc, MA

Tanya:

Apa yang dimaksud dengan toleransi antar umat beragama dan apa batasannya. Terimakasih atas jawabannya.

Jawab: 

TOLERANSI  dalam bahasa Arabnya adalah:  tasammuh. Agama kita pada prinsipnya adalah agama yang sangat tasamuh/toleran. Dalam hadis nabi: “Aku diutus dengan membawa agama yang lurus dan toleran.” adalah konsep moderat untuk menggambarkan sikap saling menghormati dan saling bekerja sama di antara komponen-komponen masyarakat yang berbeda. Baik beda agama, suku bangsa, etnis, bahasa dan budaya

Karena itu, toleransi merupakan konsep agung dan mulia yang sepenuhnya menjadi bagian organik dari ajaran agama-agama, termasuk Islam. Namun, konsep tersebut perlu diperjelas dan dipertegas agar kita tidak terjerumus dalam pluralisme teologis. Sebab, yang diperbolehkan adalah pluralisme sosiologis.

Karena itu, harus dijelaskan sangat batasan-batasan (keagamaan) agar umat memiliki kejelasan dan memiliki pegangan, mana kebebasan untuk toleransi dan mana batas toleransi itu. Mana yang bisa dikerjasamakan dan mana yang tidak boleh sama sekali.

Dalam masalah ini, Islam memiliki konsep yang jelas; Tidak ada paksaan dalam agama. “Bagi kalian agama kalian dan bagi kami agama kami.” Itu adalah contoh populer dari toleransi dalam Islam.

Banyak ayat  yang tersebar di berbagai surah dalam Alquran. Juga sejumlah hadis dan praktik toleransi dalam sejarah Islam. Diantaranya:

  • Tidak ada paksaan dalam beragama. Firman Allah: “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat…” (Q.S Al – Baqarah : 257).
  • Saling menghargai keyakinan. Firman Allah: “Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. 6. untukmu agamamu, dan untukku, agamaku.” (Q.S Al-Kafirun : 1-6).
  • Berlaku adil dalam segala hal, termasuk berlaku adil dalam proses hukum. Firman Allah: kutipan surat Al Ma’idah: 8 “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
  • Agar berlaku adil dan tetap berbuat baik kepada orang tua yang belum Islam. Dinyatakan dalam al-Qur’an Surat al-Mumtahanah: 8. “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.”

Adalah fakta  historis menunjukkan bahwa toleransi dalam Islam bukanlah konsep asing. Toleransi adalah bagian integral dari Islam yang detailnya kemudian dirumuskan oleh para ulama dalam karya-karya tafsir mereka. Wallahu a’lam.

2 tanggapan untuk “TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA

  • Mei 11, 2018 pada 11:54 pm
    Permalink

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu, ustadz saya mau bertanya bagaimana seorang suami pergi dari rumah sudah 3 hari tidak memberi kabar kepada istri nya sedangkan suami dan istri ini tidak ada masalah,istri sudah telepon tidak di angkat malah hp nya di blokir pak ustadz,ke esokan hari ke 4 ada SMS dari saudara suami saya bahwa suami saya tidak mau pulang lagi kerumah dengan alasan mau minta cerai dari istri nya tetapi suami saya tidak mau bicara langsung kepada istri nya pak ustadz, bagaimana jalan keluar nya dan apa hukum agama nya pak ustadz, assalamualaikum pak ustadz .

    Balas
  • Mei 12, 2018 pada 12:00 am
    Permalink

    Assalamualaiku.,pak ustadz saya bertanya lagi bagaimana mana hukum nya kalau keluarga suami saya takut harta kakak (suami)saya ini nanti jatuh ke tangan saya,sebab itu suami saya di suruh cerai sama saya,apa yang harus saya perbuat pak ustadz? Apakah saya harus menyetujui berbagai cerai dari suami saya ini pak ustadz.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *