MUI Medan Apresiasi Perda Jaminan Halal

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan mengapresiasi keberadaan Peraturan Daerah (Perda) Jaminan Halal dan Hiegenis yang baru disahkan pada 25 Juli 2017 lalu.

Demikian pernyataan Ketua Umum MUI Kota Medan Prof. Dr. Mohd. Hatta saat ditemui di Kantor MUI Kota Medan Jalan Amaliun/Utama Medan, Selasa (1/8/17).

“Bagi masyarakat Kota Medan khususnya umat Islam sudah lama menanti kehadiran aturan yang dapat menjamin kehalalan produk yang beredar di pasar. Oleh karena itu, Kami dari MUI Kota Medan mengajak umat Islam untuk mendukung kehadiran Perda ini dengan cara menyosialisasikan keberadaan Perda tersebut di tengah-tengah masyarakat,” ujar Hatta.

Hal ini juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Islam saat mereka makan di rumah makan atau restoran yang ada di Kota Medan ini, tambahnya. Sementara itu, Ketua Lembaga Siyasah Syar’iyyah MUI Kota Medan Dr. Abdul Hakim Siagian, M.Hum menambahkan dengan disahkannya Perda Jaminan Halal ini merupakan salah satu prestasi monumental yang dimiliki Kota Medan.

“Kota Medan selangkah lebih maju dalam regulasi yang menjamin kehalalan produk yang beredar di kota ini, padahal, UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal sebagai payung hukum jaminan produk halal baru berlaku pada tahun 2019,” ungkap Hakim Siagian.

Selain itu, dengan disahkannya Perda ini menunjukkan para wakil rakyat responsif terhadap kebutuhan masyarakat khususnya umat Islam. Walaupun Kota Medan bersifat heterogen, namun keberadaan umat Islam sebagai umat mayoritas telah direspons dengan baik oleh wakil rakyat.

Sementara itu Sekretaris Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-obatan dan Makanan (LPPOM) MUI Kota Medan Dr. Muhammad Basri, MA mengatakan MUI Kota Medan sebagai lembaga yang terlibat aktif dalam perumusan Perda ini menyatakan siap untuk bekerja sama dalam Tim Terpadu yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, BPPOM dan pihak lainnya sebagaimana yang disebutkan dalam Perda tersebut.

“Kita berharap dengan munculnya Perda ini maka persoalan-persoalan yang berkaitan dengan persoalan kehalalan makan, minuman dan produk-produk lainnya benar-benar dapat dipantau keberadaannya,” ucapnya.

MUI Kota Medan juga meminta masyarakat untuk selektif dalam memilih makanan. Pilihlah makanan yang benar-benar telah dijamin kehalalannya dan hiegenis. Salah satu untuk mengetahui kehalalan dari produk yang dimakan itu sudah ada label halalnya yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.

Prof. Hatta juga mengimbau kepada seluruh pengusaha makanan atau supermarket untuk tidak menutup-nutupi makanan-makanan yang tidak halal, karena hal ini sangat bertentangan dengan Perda yang ada. Selain itu ia meminta kepada pengusaha makanan atau rumah makan untuk segera melakukan sertifikasi kehalalan dari makan-makanan yang dijual tersebut agar masyarakat merasa aman dari makanan dan minuman yang ia konsumsi.

Satu tanggapan untuk “MUI Medan Apresiasi Perda Jaminan Halal

  • Januari 22, 2018 pada 12:30 pm
    Permalink

    Apakah saat ini thn 2018 rumah makan nelayan sudah mendapat sertifikat halal dari MUI?
    Terimakasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *