LPPOM MUI Medan Himbau Perusahaan Makanan Tetap Jaga Kehalalan Produk

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan menghimbau perusahaan-perusahaan produsen makanan yang telah mendapatkan sertifikat halal dari MUI tetap menjaga kehalalan produknya. Sebab, perusahaan itu tetap menjadi pengawasan MUI dan jika diketahui “melenceng” akan dicabut sertifikat kehalalannya.

“Sertifikat halal yang sudah dikeluarkan itu adalah milik MUI dan bisa dicabut kembali apabila tidak sesuai dengan arahan kita dan an dinyatakan tidak lagi berada dipengawasan MUI,” ujar Ketua MUI Medan, Prof. DR. Mohd. Hatta kepada wartawan di kantor MUI Medan, Senin (9/10) menanggapi hasil Sidak Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI Medan ke 15 Perusahaan makanan.

Dijelaskan Prof. Hatta, memberi keamanan kepada umat dan kepastian hukum pada produk-produk yang dipasarkan, LPPOM MUI Medan terus melakukan Sidak secara rutin ke produsen makanan yang telah mendapatkan sertifikat halal.
“Sidak secara rutin selalu dilakukan 3 bulan atau 6 bulan sekali. Tapi kalau ada pengaduan atau informasi dari masyarakat, kami akan segera turun untuk melakukan sidak,” ucapnya.

Meski, lanjut Prof Hatta, dari perusahaan yang telah di Sidak dari awal tahun 2017 hingga Agustus 2017 belum ditemukan produsen makanan yang melanggar, tapi tetap dihimbau agar produsen menjaga kebersihan dan ketelitian penggunaan alat yang digunakan.

Ditambahkan Sekretaris LPPOM MUI Medan, DR. Muhammad Basri MA, pihaknya bersama tim auditor telah melakukan sidak di 15 Perusahaan makanan yakni diantaranya JM Bariani House, Bika Ambon. Ati, Bika Ambon Ahub, Bika Ambon Sumatera, Cahaya Mestika, Bolu Meranti, Mam’s Bakery, PT Lotte Indonesia dan Bakso Riski.
“Kita sidak proses kandungan bahan baku yang digunakan seperti minyak, susu, daging dan bahan tambahan. Dan hasilnya semua perusahaan masih tetap menggunakan bahan baku yang didaftarkan di awal permohonan mendapatkan sertifikat halal,” katanya.

Namun diungkapkannya, pihak auditor menemukan produsen makanan yang menggunakan alat kuas yang sebelumnya tidak ada dipermohonan dan saat kuas dibakar, bau nya seperti rambut terbakar. “Ini artinya dikhawatirkan bulu kuas menggunakan bulu-bulu hewan yang tidak halal. Jadi kita minta itu tidk dipakai lagi atau menggunakan kuas yang sudah mendapatkan sertifikat halal,” imbuhnya.

Peluang Usaha
Kesempatan yang sama, Ia juga menghimbau produsen tali pinggang, dompet dan lainnya yang menggunakan bahan baku kulit hewan, harus segera mempunyai sertifikat halal.
“Ini peluang bisnis bagi produsen kerajinan kulit, karena belum ada yang mengurus ini. Kalau saja semua sudah bersertifikat halal, maka jadi daya tarik konsumen umat Islam untuk membeli barang-barang berbahan kulit itu,” pungkasnya.

Satu tanggapan untuk “LPPOM MUI Medan Himbau Perusahaan Makanan Tetap Jaga Kehalalan Produk

  • Januari 5, 2018 pada 2:11 pm
    Permalink

    Assalamualaikum wr wb
    Sy mohon info bagaimana dgn kehalalaan produk bolu meranti medan karna sy mwndapat surat edaran yg mwngatakan meranti dan risol agogo blm perpanjnag sertifikat halal mui. Makasi sebelumnya atas infonya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *