MUI Medan: Muslim Harus Jadi Pelaku Ekonomi Syariah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan menghimbau agar seluruh umat Islam dapat menjadi pelaku ekonomi syariah yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi. Sebab, pondasi ekonomi syariah tidak melakukan penimbunan (Ihtikar), tidak monopoli dan menghindari jual-beli yang diharamkan.

“Dengan penerapan ekonomi syariah, maka tercapai kebahagiaan di dunia dan akhirat (falah) melalui suatu tata kehidupan yang baik dan terhormat (hayyah thayyibah),” ucap Ketua MUI Medan, Prof DR Muhammad Hatta sebagai narasumber di acara Dialog Membangun Kekuatan Ekonomi Umat Berbasis Masjid oleh Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Medan, Sabtu (7/10) di kantor MUI Medan.

Hadir dalam acara pelaku ekonomi di Kota Medan, pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM), pengurus MUI Kota Medan dan anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Dr Andri Soemitra, MA, Fatimah Zahara, MA, Nunik Eniyati dan Aditya Vidyantara. Sedangkan untuk narasumber lainnya Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Medan, Dr.Ir. H. Masri Sitanggang, MP dan Praktisi Ekonomi, Chairul Munadi.

Dijelaskan Prof. Hatta, ekonomi hal yang mendasar bagi manusia dan saat ini sedang bermasalah, dimana Ekonomi syariah belum dapat dipraktekkan pada seluruh umat Islam. “Ekonomi syariah itu keharusan, maka sejak tahun 1987 MUI juga menggagas berdirinya Bank Syariah. Karena inilah jati diri umat,” katanya.

Apalagi saat ini, lanjutnya sistem ekonomi liberal yang berkembang tidak memperhatikan rakyat tapi hanya mengambil keuntungan pemilik (kapitalis). “Dalam Islam ini tidak boleh, karena dasar-dasar ekonominya tidak mementingkan umat dan jauh dari Ridha Allah,” tegasnya.

Sementara Dr. Masri Sitanggang dalam materinya “Dari Masjid Membangun Kekuatan Umat” memaparkan, saat ini dan kedepannya mental umat Islam harus kuat, dimana misi Rasulullah bertarung memenangkan Islam agar selalu eksis mengungguli semua agama yang ada. “Sekarang ini kita sedang bertarung menegakkan ajaran Islam. Dan Masjid sebagai basis kekuatan utama yakni dari organisasi BKM, panitia pembangunan, PHBI, Badan Amal Zakat, Remaja Masjid, STM dan perwiritan yang harus menyatu,” katanya.

Meski memang, ungkap Masri, kegiatan Masjid umumnya masih terbatas pada shalat lima waktu dan PHBI serta bahkan belum menyentuh kegiatan sosial kemasyarakatan. “Padahal ini harus diarahkan kepada pembangunan kekuatan utama umat Islam,” sarannya.

Kekuatan Islam yang diperlukan dimulai dari aqidah, ukuhuwah islamiyyah, kekuatan askar (angkatan bersenjata), ekonomi, politik, sains dan teknologi serta kekuatan informasi intelijen. “Jadi sudah saatnya semua pembinaan harus mengarah pada terbangunnya kekuatan umat. BKM harus berkemampuan menyusum kurikulum pembinaan, mengajak para ustadz mendiskusikan pembinaan dan pengurus Remaja Masjid mampu mengajarkan iqra, mewisuda beberapa dai serta diperlukan tim supervisor yang menyupervisi beberapa masjid,” tegasnya.

Pemateri Chairul Munadi dengan tema “Berjamaah dalam membangun ekonomi umat” menyatakan, diperlukan mengembalikan fungsi Masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat, melalui manajemen masjid yang baik, sebagai sarana ibadah, Pendidikan umat, perpustakaan Masjid dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis Masjid serta pengelolaan dana bantuan sosial kematian.

Peran Masjid juga sangat utama yakni membangun umat ekonomi secara berjamaah melalui analisis lingkungan, perumusan strategi, implementasi dan evaluasi strategi. “Banyak manfaat dari kemakmuran Masjid yakni dari segi lmaniyah, Ubudiyah dan Muamalah yaitu pusat usaha dan pencetak ilmuan yang ahli dibidangnya,” tuturnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Dialog yang juga Sekretaris Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Medan, Zulparman Lubis menyatakan, dialog dilakukan untuk mengetahui masjid yang berpotensial untuk didayagunakan, serta untul mengetahui potensi BKM agar mengarah pengurusnya dalam membangun kekuatan ekonomi umat melalui Masjid dan data base jamaah masjid.
“Harapan kita semuanya ini dapat membangun peradaban kekuatan ekonomi umat dalam meningkatkan ekonomi jamaah masjid,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *