Cara Jitu Membalas Sakit Hati

Buku                 : Balas Dendam Yang Sangat Manis

Penulis             : A. K

Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit  : Maret, 2014

Halaman         : 160 halaman

Peresensi         : H. Rahmat Hidayat Nasution, Lc / Sekretaris Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Kota Medan

Hampir setiap kita pernah merasakan sakitnya ketika dinilai negatif, baik dengan dicaci maki, dikhianati, dibenci dan lain-lain. Begitu disakiti, menimbulkan luka yang dalam hingga berniat ingin balas dendam. Sebab, ada goresan yang begitu dalam, menyimpan beribu kenangan, dan kepedihan yang tak bisa hilang.

Lalu, haruskah kita balas dendam? Pada dasarnya, tanpa harus dibalas pun, luka yang dirasakan tersebut akan terbalas dengan sendirinya. Karena itu, tidak dianjurkan balas dendam dengan hal yang sama. Sebab akan membuat kita bersiap-siap menggali dua kuburan. Satu untuk orang yang didendami dan satu lagi untuk diri sendiri.

Makanya, pelajarilah seni balas dendam yang tidak membuat diri kita kena imbas. Apakah itu ada? Ada. Tapi sebelum melakukan aksi seni balas dendam. Ada mindset yang perlu diperbaiki. Tak ada pembenahan pola pikir akan membuat kita terjebak pada balas dendam yang salah.

Percayalah, ketika Tuhan mempertemukan kita dengan orang-orang yang jahat, orang-orang yang memanfaatkanmu, orang-orang yang memanipulasimu, orang-orang tidak menghormatimu, dan orang-orang yang menyakitimu. Di sini, Tuhan bukan sedang menjatuhkan kita, justru Tuhan ingin menguatkan kita dengan mempertemukan kita dengan orang-orang yang kita butuhkan.

Adalah buku “Balas Dendam dengan Sangat Manis” ini memaparkan seperti apa membalas sakit hati dengan cara yang manis. Pertama, balaslah sakit hatimu. Tapi, balasannya bukanlah dengan menyakiti juga. Balaslah dengan sesuatu yang indah, yang bisa membuat orang yang telah menyakiti kita akan menyesal karena pernah berbuat buruk kepada kita. Balaslah sakit hati atau dendam kita dengan kebaikan, bukan dengan keburukan.

Kedua, maafkanlah. Memaafkan bukan berarti diri kita lemah. Orang yang bisa memaafkan justru adalah orang yang sangat kuat. Karena memaafkan itu membutuhkan kesabaran hati yang tinggi. Memaafkan itu meminta kita melepaskan seluruh ego dan sakit hati. Memaafkan itu meminta kita agar ikhlas. Bukankah  semua terjadi atas izin Allah SWT? Maka ikhlaskanlah apa yang terjadi.

Ketiga, Abaikanlah. Setelah memaafkannya, abaikanlah orang yang menyakiti kita. Jangan sibuk memikirkannya. Sibuklah untuk memikir diri sendiri bagaimana bisa bangkit pasca dibuat sakit hati.

Bila ketiga trik atau seni membalas sakit hati ini dipraktikkan, maka orang yang membuat kita sakit hati bakal menyesal. Sebab, meski kita dibuatnya menderita tapi ternyata bisa bangkit dan memaafkan kesalahannya. Sehingga membalas sakit hati bukan dengan cara membuat sakit hati, tapi balas dengan sikap positif yang diiringi

dengan kebaikan hati yang tak terkira.

Sungguh, buku ini sangat direkomendasikan buat siapa saja. Sebab hampir tidak ada orang di dunia ini yang tidak pernah disakiti. Tapi dalam membalasnya dibutuhkan seni. Jauhilah karakter hutang nyawa dibayar nyawa. Sebab ini membuat masalah tak akan pernah kunjung selesai. Selamat membaca!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *