MUI Medan Ajak Umat Islam Mengelolah Sampah Jadi Berkah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan mengajak umat Islam dapat mengelolah sampah menjadi berkah sebagai solusi kerusakan lingkungan yang  akan membawa pengaruh buruk bagi kehidupan manusia.

“Allah Swt juga telah berpesan di dalam Al Quran untuk menjaga kelestarian alam karena segala sesuatu yang diciptakan seimbang dan yang berada di alam untuk kepentingan manusia serta alam juga sebagai sumber rezeki,” ujar Wakil Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr Hasan Matsum di acara Penyuluhan Pengelolaan Sampah dan Limbah Rumahtangga Dalam Mencegah Kerusakan Lingkungan oleh Komisi Sosial dan Lingkungan Hidup MUI Kota Medan di Masjid Al Ridho Medan Denai, Sabtu (10/11/2018).

Dijelaskannya, manusia sangat tergantung pada alam, maka pelestarian alam juga adalah usaha untuk melestarikan kehidupan manusia itu sendiri. Begitupun sebaliknya, kerusakan pada alam lingkungan akan membawa pengaruh buruk bagi kehidupan manusia.

“Akibat kelalaian terhadap lingkungan akan membawa musibah, fitnah dan hukuman yang justru merugikan manusia itu sendiri. Marilah kita mulai dari diri sendiri kemudian mengajak keluarga dan orang lain, membiasakan menjaga lingkungan dan memanfaatkan sampah menjadi berkah,” imbuhnya.

Kesempatan yang sama, Dosen Antropologi Fisip USU/Univ Al Azhar Medan, Farid Aulia yang juga sebagai narasumber menyatakan, partisipasi masyarakat menjaga lingkungan sangat dibutuhkan dimulai dari mengelola sampah sekitar menjadi berkah dengan sistem manajemen persampahan dengan meningkatkan efisiensi operasional, mendaur ulang material atau bahan-bahan yang kurang bermanfaat untuk ditingkatkan kembali manfaatnya serta mendaur ulang material atau bahan-bahan  buangan untuk diubah menjadi  produk lain atau energi.

“Kalau tidak dimanfaatkan lagi sampah-sampah itu, maka akan berdampak pada polusi udara, dapat berkontaminasi pada air hujan bersamaan dengan air hasil pembusukan dan juga turunnya nilai estetika karena sampah yang menumpuk dan dibiarkan mengganggu keindahan panorama setempat,” ungkapnya.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memanfaatkan sampah menjadi berkah, lanjutnya, diperlukan mindset  tentang sampah dari tidak bermanfaat menjadi bermanfaat dan mendatangkan nilai ekonomis.

“Semua sampah bisa dikelolah dari sampah organik dikelola menjadi kompos, briket dan lain-lainnya, sedangkan sampah anorganik dapat dikelola menjadi barang-barang-barang kerajinan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *