MUI Medan; Umat Islam Harus Jadi Pelaku Usaha

Umat Islam harus bisa jadi pelaku usaha atau berwirausaha karena selain sebagai salah satu pekerjaan yang mulia, juga mempermudah datangnya rezeki Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW juga seorang pedagang sejati.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Hasan Matsum di acara Penyuluhan Membangun Bisnis Online dan Start Up Islami oleh Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Kota Medan, Sabtu (17/11) di aula kantor MUI Kota Medan.

“Umat Islam ini kekuatannya adalah berusaha, tanpa usahawan-usahawan yang baik, siapa yang akan membayar zakat, infak dan sedekah, untuk membiayai dakwah,” ujar Matsum.

Dijelaskannya, saat ini perkembangan zaman banyak cara untuk berwirausaha atau berdagang. Bisa secara langsung atau online (dengan teknologi). Terpenting melakukan bisnis itu harus berbasis pada yang diatur Allah dan Rasullullah.

“Ada asas-asas transaksi yang diatur dalam Islam yakni setiap transaksi dilakukan secara sukarela, tidak terkandung unsur tipuan dan transaksi dilakukan pada sesuatu yang boleh dilakukan,” ucapnya.

Dipaparkan Matsum, untuk menanisme jual beli online di dalam ajaran Islam dibolehkan, sebab memenuhi rukun dan syarat jual beli yakni berakal, baliqh, rasyid dan berhak menggunakan hartanya asal barang yang dijual merupakan barang halal, ada manfaatnya, zat, bentuk dan sifatnya diketahui kedua pihak.

Dalam jual beli online, kata Matsum lagi, biasanya ada dua macam yakni transaksi dengan metode Cash on Delivery (CoD) dan transaksi elektronik. Untuk jual beli CoD hakikatnya adalah transaksi tunai yang dibolehkan karena pedagang diwakili oleh kurir langsung melakukan transaksi jual beli dengan konsumen ketika barang diterima oleh konsumen.

“Sedangkan untuk transaksi elektronik juga dibolehkan dalam hukum Islam dan memiliki dasar hukum yang cukup kuat baik dari Al Quran dan Hadist,” katanya.

Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Kota Medan, Masri Sitanggang yang juga sebagai narasumber mengajak, semua umat Islam untuk berani dan segera memulai melakukan usaha. Karena umat Islam harus kaya, jihad di jalan Allah tidak hanya pakai diri dan tenaga tapi juga perlu dengan harta.

“Jangan cuma ada rencana dan khayalan yang tinggi saja, tapi memulainya tidak jadi-jadi. Berdagang itu ajaran Rasulullah, aktivitas berdagang adalah aktivitas yang punya banyak manfaat bagi banyak orang,” imbuhnya.

Narasumber lainnya, Abdul Razak dari Komunitas Tangan Diatas, mengajarkan cara berbisnis online dengan menggunakan berbagai aplikasi media sosial (medsos).

“Terpenting bisnis online harus dilakukan dengan kejujuran. Kejujuran terhadap produk yang dibisniskan akan memberi manfaat bagi pelaku bisnis online,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *