MUI Medan Gelar Pelatihan Editing Video Dakwah

Mengikuti perkembangan teknologi, Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan menggelar pelatihan editing video dakwah untuk para penda’i di Kota Medan, Sabtu (29/12/18) di kantor MUI Kota Medan.

Ketua Komisi Infokom MUI Kota Medan, Ali Murthado mengatakan, saat ini para dai harus kreatif dalam menciptakan inovasi dakwah melalui media sosial dengan video ceramah berdurasi pendek. Karena sasaran dakwahnya saat ini generasi milenial yang serba instan. 

“Perkembangan teknologi harus bisa kita manfaatkan untuk menyebar dakwah. Apalagi saat ini pola mengaji sudah berubah. Dulu seseorang bisa menunggu ustadz untuk menimba ilmu, sekarang generasi milenial merupakan tipe yang tidak mau membuang banyak waktu dan bebas mendapatkan ilmu di mana saja,” ujarnya saat membuka acara pelatihan tersebut. 

Dilanjutkan Murthado didampingi Sekretaris Komisi Infokom MUI Medan Rahmat Hidayat Nasution, dengan pelatihan editing video ini diharapkan isi dan tujuan dakwah para penda’i semakin tersebar meluas dan memberikan pemahaman kepada masyarakat apa maksud dari penjelasan penda’i. 

“Sumbangsih kita berdakwah tidak hanya internal tapi juga secara luas melalui kemajuan teknologi,” ungkapnya. 

Apalagi penggunaan smartphone sudah dan penggunaan aktif internet sangat banyak dan didominasi generasi milenial. 

“Jadi pesan dakwah tak hanya di atas mimbar, para da’i dapat menggunakan media sosial agar pesan dapat diterima masyarakat luas. Kemudahan akses teknologi dapat menjadi peluang untuk menyampaikan nilai dakwah secara masif dan tanpa batas,” tegasnya. 

Pemateri pelatihan, Hendra Febrizal, menuturkan, kemajuan teknologi harus dapat dimanfaatkan untuk seluruh kalangan khususnya para pendakwah agar syiar ajaran Islam semakin luas. 

“Untuk belajar multimedia ini atau penbuatan video dan meme ini hanya ada 4 syarat penting yakni dari niat, percaya kalau masing-masing orang punya kelebihan, mau belajar dan untuk tujuan silaturahmi. Belajar untuk foto juga bisa secara alami dan belajar teori,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *