MUI Kota Medan Ajak Para Da’i Dakwah Lewat Video

Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Majelis Ulama Kota Medan mengajak para ulama dan dai untuk dapat berdakwah lewat media sosial termasuk video. Hal ini untuk mendukung perkembangan era teknologi membawa nilai positif bagi penyebaran agama Islam di dunia khususnya di Indonesia. Sebab, berdakwah di media sosial (Medsos) saat ini sangat strategis sehingga metode dan teknik dakwah juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman.

Ketua MUI Kota Medan, Prof Dr Mohd Hatta, mengatakan, perkembangan dakwah saat ini telah mampu dilaksanakan melalui berbagai media.
“Kalau dulu kita mencari ayat Al Qur’an harus bolak balik isi Al Qur’an nya, tapi sekarang cukup dengan buka internet saja bisa membuka dengan cepat dan menjawab semua apa yang mau kita cari.
Artinya berbagai media sosial saat ini telah memberikan kontribusi dakwah luar biasa yang dirasakan mampu menjangkau seluruh elemen masyarakat,” ujarnya di acara Pembinaan Sosialisasi Dakwah Melalui Video Bagi Para Dai, di Masjid Ulul Albab Kampus UIN Sumut Sutomo, Medan, Sabtu (24/3/2019).

Dijelaskan Prof Hatta, dakwah merupakan usaha dan kegiatan orang yang beriman dalam mewujudkan ajaran Islam. Jadi hukum dakwah itu adalah wajib. Sebagaimana dalam Qur’an Surah Al Imran 104, kewajiban bagi semua manusia untuk membawa orang lain kepada kebaikan sesuai profesinya dan fardhu kifayah kewajiban hanya untuk kelompok khusus yang punya otoritas dalam bidangnya yang disebut dakwah dengan amar maruf nahi munkar.

“Jadi semua umat Islam itu harus bisa berdakwah dengan menyebarkan Islam kepada seluruh manusia, sehingga Islam rahmatan lil alamin, serta melestarikan nilai-nilai islam kepada generasi selanjutnya dan mengajak ke jalan yang lurus,” ucapnya.

Sementara untuk syarat menjadi da’i, kata Prof Hatta, mengetahui tentang Al Quran dan Sunnah Rasul, memiliki pengetahuan Islam yang berinduk pada Al Quran dan sunnah, memiliki pengetahuan keumatan serta memahami bahasa umat yang diajak. “Prinsip daiyah itu tidak memaksa, tidak mencela, tidak juga diskriminatif dan memberikan keteladanan,” ucap Prof Hatta.

Ketua Komisi Infokom MUI Kota Medan yang juga sebagai narasumber di acara pelatihan, Dr Ali Murthado, mengatakan, globalisasi telah menjadi pendorong lahirnya era perkembangan teknologi informasi dan ini telat merebak diseluruh negara. Revolusi digital ini telah mengubah cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan dan membantu mempermudah segala urusan.

“Dakwah itu sebuah kewajiban dari Allah SWT, dimana ada Islam maka disitulah dakwah berkembang. Jadi seiring dengan berkembang pesatnya kemajuan zaman, maka umat Islam harus bisa memanfaatkan hal tersebut dalam berdakwah,” jelasnya.

Ia juga menyarankan, bagi setiap muslim yang hendak menyampaikan dakwahnya harus memiliki kepribadian yang baik untuk menunjang keberhasilan dakwahnya. Karena sasaran dakwah adalah seluruh umat manusia tanpa perbedaan.

“Media dakwah itu bisa dengan media tradisional, media modern dan new media yakni melalui Medsos. Jika selama ini untuk Medsos dijadikan hal yang tidak penting, maka sudah seharusnya kita memberdayakan media ini untuk berdakwah dan dakwah juga harus mampu mengikuti tren agar dakwah tidak kering dan akhirnya ditinggalkan,” imbuhnya.

Dalam acara ini, peserta juga langsung dibentuk kelompok pelatihan yang diberikan oleh Tim Dinamika Kreatif UIN Sumut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *