Rakorda MUI Medan: MUI Tetap Sebagai Pembimbing Umat

Tugas Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak boleh lari dari tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagai pembimbing umat. MUI mengemban amanah sebagai pembimbing umat dan dapat memberikan fatwa terhadap persoalan-persoalan yang muncul di tengah umat.

“Secara kelembagaan MUI harus menjaga keseimbangan sebagai tupoksinya sehingga terjaga kelembagaan itu,” kata Ketua Umum MUI Kota Medan Prof Dr H Muhammad Hatta, saat membuka Rapat Koordinasi Daerah MUI Kota Medan Tahun 2019, Senin, (1/4/2019) di Hotel Garuda Plaza Medan.

Lebih lanjut Hatta mengatakan, dalam kaitan ini MUI senantiasa berikhtiar memenuhi permintaan umat Islam, baik langsung maupun tidak langsung, akan bimbingan dan fatwa keagamaan. Begitu pula MUI berusaha selalu tampil di depan dalam membela dan memperjuangkan aspirasi umat Islam dan masyarakat luas dalam hubungannya dengan pemerintah.

Di hadapan peserta rapat terdiri dari pengurus MUI di 21 kecamatan di Kota Medan, Hatta mengajak Rakorda ini mampu menguatkan program kerja yang dapat menjawab persoalan umat.

Dibagian lain Hatta juga mengingatkan bahwa kekuatan besar yang dimiliki MUI adalah jemaah yang ada di masjid-masjid. “Melalui masjidlah kualitas umat bisa dikembangkan dengan baik. Program kerja ke depan MUI Kota Medan adalah menjadikan masjid sebagai tempat pembangunan umat yang berperadaban,” katanya.

Hatta meminta program-program kerja MUI ke depan harus terukur dan dapat dicapai hasilnya. Keberdaan masjid di Kota Medan berada di kecamatan, karenanya pengurus MUI kecamatan merupakan ujung tombak dalam memberdayakan masjid. “Diperlukan sinergitas antara MUI Kota Medan dan kecamatan untuk bersama-sama membangun kekuatan umat melalui masjid,” tegas Hatta.

Pada kesempatan itu Guru Besar Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sumut Prof Dr H Abdullah Jamil MSi yang menyampaikan paparannya berjudul Refitalisasi Fungsi Masjid untuk Dakwah, mengatakan, Raja Salman berpesan jadikan masjid sebagai pusat dakwah dan peradaban.

“Apakah di daerah kita yang telah menjadikan masjid sebagai pusat dakwah dan beradaban?” ujar Abdullah Jamil.

Saat ini setiap masjid memiliki persoalan masing-masing. Mulai persoalan kepengurusan kenajiran hingga masalah dengan remaja.

Menjadi perhatian bersama bagaimana mengelola masjid secara profesional. Sehingga masjid itu benar-benar makmur baik jemaah maupun imam masjid. Kegiatan-kegiatan dakwah juga berjalan dengan baik.

Sebelumnya Ketua Panitia Rapat Koirdinasi MUI Kota Medan Drs Burhanuddin Damanik melaporkan, rapat ini diikuti pengurus MUI Kecamatan se Kota Medan, dengan tema Membangun Keumatan Berbasis Masjid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *