Umat Islam Wajib Menjaga Lingkungan

Manusia sebagai makhluk yang ditugaskan Allah SWT menjadi khalifah di muka bumi, mempunyai kewajiban untuk menjaga lingkungan hidup. Sebab, lingkungan adalah rumah besar tempat manusia hidup dan mencari keridhoan Allah SWT.

Hal ini dikatakan Ketua Komisi Sosial dan Lingkungan Hidup MUI Kota Medan, Dr H Suherman MAg, membuka acara sekaligus sebagai narasumber di acara Penyuluhan Penataan Lingkungan Madrasah Sebagai Media dan Sumber Belajar oleh Komisi Sosial dan Lingkungan Hidup MUI Kota Medan, di Masjid Ar Rachman Perguruan Al Azhar Medan, Senin (15/4/2019).

Hadir juga sebagai narasumber lainnya Dosen FITK UIN SU, Dr Mardianto dan Guru MAN 2 Medan, Darussalim SAg, SPd, MSi dan Ketua Yayasan Hj Rachmah, Mahyuzar NST serta diiikuti puluhan pelajar dan guru-guru Perguruan Al Azhar Medan.

Dikatakan Suherman, ketergantungan manusia pada alam begitu besar karena manusia adalah bagian dari alam, maka pelestarian alam juga adalah usaha untuk melestarikan kehidupan manusia itu sendiri. Begitupun sebaliknya, kerusakan pada alam lingkungan akan membawa pengaruh buruk bagi kehidupan manusia.
“Perlunya pelestarian lingkungan hidup agar mencegah munculnya kerusakan di muka bumi akibat ulah tangan manusia yakni ada di QS Arashi Rum 41-42, QS Al A’raf 31,” imbuhnya.

Karena akibat kelalaian terhadap pemeliharaan lingkungan yakni musibah, fitnah, azab, iqab dan bala’. Seharusnya hal tersebut dapat dihindarkan jika manusia yang merupakan bagian dari alam ikut melestarikannya dan alam merupakan sebagai sumber rezeki.

Sementara Mardianto memaparkan, lingkungan sebagai sumber belajar merupakan kesatuan ruang dimana peserta didik dapat mempelajari ragam benda dan keadaan makhluk hidup termasuk didalamnya manusia dan perilaku serta makhluk hidup lainnya.
“Lingkungan harus menjadi tempat menyenangkan bagi peserta didik. Dimana lingkungan juga berperan sebagai media yang mampu memberikan rangsangan bervariasi kepada otak kita sehingga otak dapat berfungsi secara optimal,” katanya.

Darussalim dalam materinya Pengolahan Limbah Sayuran dan Buah-buahan sebagai makanan dan sumber belajar menyatakan, tidak hanya lingkungan mempunyai manfaat besar bagi manusia, tapi limbah juga dapat berguna jika dikelola dengan baik bahkan sebagai sumber belajar siswa.

“Limbah sayuran dan buah-buahan dapat menjadi sumber makanan yang bermanfaat bagi manusia. Tinggal bagaimana limbah-limbah ini dikelolah dan menjadi bahan praktek belajar siswa. Misalnya saja, membuat biskuit dari kulit ari kedelai, nugget dari ampas kelapa dan selai dari limbah kulit kelapa,” ucapnya.

Selain sebagai sumber makanan, ia juga menjelaskan limbah plastik dan minyak jelantah dapat dikelolah menjadi bahan bakar padat alternatif, biotermitisida dari limbah laundry dan limbah cabai rawit serta potensi limbah kulit bawang mereduksi kolesterol pada telur.
“Jadi adik-adik bisa mengelola ini semua menjadi produk yang bermanfaat. Selain menjaga lingkungan, kita juga bisa menghasilkan uang dari pelestarian limbah-limbah ini,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *