Generasi Islam Harus Manfaatkan Media Sosial Untuk Tingkatkan Takwa

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan menghimbau generasi muda Islam dapat memanfatkan media sosial (Medsos) untuk meningkatkan takwa kepada Allah SWT. Karena perkembangan era teknologi membawa nilai positif bagi penyebaran agama Islam di dunia khususnya di Indonesia.

Hal ini dikatakan Ketua Umum MUI Kota Medan, Prof Mohd Hatta sebagai narasumber di acara penyuluhan akhlak generasi Islam melalui pemanfaatan media sosial oleh Komisi Sosial dan Lingkungan Hidup MUI Kota Medan, Sabtu (24/8) di Perguruan Al Azhar Medan.

Hadir sebagai narasumber lainnya Ketua Komisi Hukum MUI Kota Medan, DR Ali Murthado M Hum dan Dosen USU, Yulia Fatni, puluhan peserta dari beberapa sekolah di Kota Medan serta Ketua Komisi Sosial dan Lingkungan Hidup MUI Kota Medan Suherman berserta pengurus MUI Medan lainnya.

Dikatakan Prof Hatta, saat ini penggunaan medsos telah menjadi bagian dari kebutuhan sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain itu media sosial saat ini juga telah di jadikan sebagai tempat untuk saling mendapatkan dan menyebarkan informasi.
“Jadi unat Islam harus dapat memanfaatkan medsos ini untuk hal yang positif khususnya meningkatkan taqwa kepada Allah SWT,” imbuhnya. Dijelaskannya, meningkatkan takwa kepada Allah SWT dibutuhkan akhlak yang baik. Dimana akhlak merupakan suatu sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang mendorong perilaku seseorang dengan mudah sehingga menjadi perilaku kebiasaan.
“Akhlak Rasulullah SAW menjadi contoh tauladan yang harus kita ikuti baik di ruang pribadi, keluarga, bermasyarakat, bernegara dan masyarakat internasional.
Michael Hart mencantumkan nama Rasulullah SAW dalam urutan pertama 100 tokoh yang paling berpengaruh di dunia, lantaran kagum dengan akhlak beliau . Rasulullah tidak saja berhasil mendidik diri, keluarga, dan ummatnya tetapi beliau juga mampu melestarikan kekuatan teladan itu dalam setiap nadi generasi para pengikutnya,” kata Hatta.

Sementara DR Ali Murthado memaparkan, setiap medsos mempunyai sifat negatif dan positif yang semuanya tergantung dari apa yang manusia lakukan kepadanya. “Jadikan medsos mu untuk yang bermanfaat dengan menjaga lisan dan tulisan kita dari perkataan yang tidak bermanfaat dan bisa menyakiti perasaan orang lain. Keberadaan medsos harus dapat menjadi dakwah kreatif,” tuturnya.

Yulia Fatmi menyatakan, medsos memiliki resiko negatif untuk anak dan remaja karena medsos melibatkan iklan yang kontennya kurang cocok untuk anak-anak. Kebanyakan iklan yang tidak cocok adalah iklan game yang mengandung kekerasan dan pornografi.
“kebanyakan anak dan remaja juga orang tua kurang memahami dengan baik informasi mengenai pengaturan privasi yang telah disediakan oleh platform media sosial. Belum lagi kebanyakan anak dan remaja kurang memahami dengan baik informasi mengenai pengaturan privasi yang telah disediakan oleh platform media sosial,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *