MUI Medan Ajak Bank Syariah Bantu Usaha Mikro Umat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan meminta bank-bank berbasis syariah untuk membantu usaha mikro umat Islam. Hal ini guna memperkuat perekono­mian umat serta upaya agar perputaran ekonomi di Indonesia dapat berada ditengah-tengah umat Islam sehingga menjadi berkah.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Umum MUI Kota Medan, DR Hasan Matsum, membuka acara Penyuluhan peran Bank Syariah dalam membantu usaha mikro oleh Komisi Pemberdayaan Ekono­mi Umat MUI Kota Medan, Sabtu (31/8) di Masjid Al Manar Jalan Laksana Medan.

Hadir sebagai peserta pelaku usaha, mahasiswa dan pengusus MUI Kota Medan yang diawali dengan pembukaan Ketua Panitia Zulparman Lubis MA. Untuk narasumber Ketua Ko­misi Pemberdayaan Eko­nomi Umat MUI Kota Medan, DR H Masri Sitang­gang, Pelaku Ekonomi Mikro Siska Hasibuan dan Perwakilan dari Bank Sumut Syariah, Rezki Hendiki.

Dikatakan Hasan, kekuatan ekonomi umat ini sangat penting karena umat Islam harus bisa maju khususnya dalam hal ekonomi. Ekonomi Islam mengajarkan inti yang benar karena mampu menjadikan dunia aman sejahtera yakni ekonomi Islam yang bertitik tolak pada keadilan.
“Ajaran Islam, harus bisa diaplikasi secara kaffah termasuk ekonomi. Kalau hijrah tempat itu sangat mudah, tapi bagaimana seharusnya umat ini hijrah melakukan hal yang dapat meningkatkan kualitas hidup.
Umat harus bisa mandiri dalam ekonomi, apalagi Rasulullah SAW telah mencontohkan dan mengajarkan tata cara berbisnis. Apalagi saat ini ada perbankan syariah yang bisa membantu umat,” imbuhnya.

Sementara DR Masri Sitanggang, mengatakan, keberadaan perbankan syariah sangat diperlukan umat Islam karena bebas dari riba. Karena memang Islam melarang untuk melakukan riba. “Islam tak akan jadi rahmat bagi semesta alam kalau syariatnya tidak tegas dilakukan. Syariah itu lah rahmat dan ini harus tegas ditegakkan yang terkandung makna kesejahteraan, keamanan,” tegasnya.

Dilanjutkan Masri, dengan lahirnya perbankan syariah akan membantu membebaskan umat Islam dari riba dan menciptakan sistem Islam itu menjadi rahmat. “Jadi bank syariah pun harus bisa jadi rahmat. Tapi apakah benar saat ini kemunculan bank syariah memberikan rahmat pada umat Islam?. Ini lah yang jadi tugas perbankan,” ucapnya. Karena dari data diketahui, sebanyak 93 persen tanah daratan di Indonesia dikuasai oleh asing dan aseng yang banyak dalam bebtuk perusahaan. Bahkan dari 10 orang kaya di Indonesia hanya 1 orang yang beragama Islam. Sedangkan dari total jumlah penduduk di Indonesia hanya 12 persen umat Islam menjadi pelaku usaha dan itupun masih usaha mikro.
“Sangat penting bagi kita sekarang membicarakan peran bank syariah ini mengelolah yang 12 persen agar bisa meningkat ke usaha makro. Ini tanggungjawab perbankan syariah. Jangan pula uang umat disimpan di bank syariah dimanfaatkan untuk orang non muslim. Pelaksanaan bank syariah ini perlu dikaji,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *