MUI Medan Bedah Buku “Berdakwah di Media Sosial”

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan terus menghimbau umat Islam untuk dapat terus melakukan tugas setiap umat muslim yakni berdakwah menyebarkan ajaran agama Islam. Melalui perkembangan zaman dan teknologi, media sosial (Medsos) dapat dimanfaatkan sebagai sarana agar dakwah Islam lebih mengena sasaran dan up to date.

Untuk itu melalui Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI Kota Medan, membedah buku karya pengurus MUI Kota Medan Dr Ali Muthado berjudul Berdakwah di Media Sosial, oleh Ketua Umum MUI Kota Medan, Prof Dr Mohd Hatta dan Ketua Komisi Infokom MUI Medan, Legimin Syukri, Sabtu (14/9/19) di aula Kantor MUI Medan.

Dihadapan peserta dari beberapa universitas dan pengajian di Kota Medan, Dr Hatta menjelaskan, perkembangan era teknologi membawa nilai positif bagi penyebaran agama Islam di dunia khususnya di Indonesia. Sebab, berdakwah di Medsos saat ini sangat strategis sehingga metode dan teknik dakwah juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Kalau dakwahnya hanya disampaikan secara lisan, kita pasti tidak mudah untuk mencopy dan mempaste-nya. Hal ini yang sering tidak diperhatikan para ulama, kalau saja isi dakwah itu dapat juga dituliskan dan disiarkan ke khalayak banyak,” ujarnya.

Menurut Prof Hatta, menjadi hal yang penting jika isi pesan sudah disampaikan melalui tulisan. Karena bisa bertahan dengan waktuk yang lama, seperti ajaran Allah yang dituliskan pada ayat-ayat Al Quran.
“Islam sebagai salah satu agama yang mengedepankan pola pendidikan untuk memodernkan umatnya dengan mendukung erat budaya baca. Jadi tuliskan lah isi pesan dakwah itu, agar semua umat muslim dapat lebih mudah memahami maksud yang ingin disampaikan,” pesannya.

Sementara Dr Ali Murthado yang juga Ketua Komisi Hukum MUI Kota Medan ini, menjelaskan, buku yang dibuatnya bersama Ika Rahmadani Lubis ini melihat lahirnya era perkembangan teknologi informasi yang telah merebak di seluruh dunia, sehingga teknologi informasi mendapatkan kedudukan yang penting bagi kemajuan sebuah bangsa. “Revolusi digital ini telah mengubah cara pandang sesorang dalam menjalani kehidupan yang sangat canggih saat ini. Ditambag lagi melihat perkembangan internet, semuanya bisa diakses tergantung kebutuhan yang diinginkan,” katanya.

Dipaparkan Dr Ali Murthado, media sosial merupakan salahsatu media online dimana penggunanya dapat ikut dalam mencari informasi, berkomunikasi dan menjaring pertemanan seperti blog, Facebook, YouTube, Twitter, WhatsApp, Instagram dan program media sosial lainnya. “Banyak media yang bisa digunakan untuk menyebarkan kebaikan yakni dakwah. Jadikan medsos mu untuk yang bermanfaat dengan menjaga lisan dan tulisan kita dari perkataan yang tidak bermanfaat dan bisa menyakiti perasaan orang lain. Keberadaan medsos harus dapat menjadi dakwah kreatif,” tuturnya.

Di dalam buku yang juga akan dibedah di Perpustakaan Daerah Provinsi Sumut ini, berisi 160 halaman berisi dakwah dan dai, dakwah menurut pakar, dai dan syaratnya, sasaran dakwah, pesan dakwah dan dakwah melalui media sosial, media sosial dan penggunaannya, sifat negatif dari media sosial, serta tutorial menggunakan media sosial.

Ketua Infokom MUI Medan, Legimin Syukri, buku Berdakwah di Media Sosial ini akan menjadi inspirasi umat Islam dalam berdakwah melalui tulisan yang disebarkan di media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *