MUI Medan Imbau Remaja Islam Jauhi Narkoba

Majelis Ulama Indonesia (MUI) imbau seluruh remaja Islam untuk menjauhi penggunaan narkoba. Sebagai generasi muda, harus dapat mempersiapkan masa depan dengan baik.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum MUI Kota Medan Prof Mohd Hatta diacara Penyuluhan Perilaku Islami dan Pemberantasan Narkoba di Kalangan Remaja Kota Medan oleh Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Kota Medan, Sabtu, (21/9). Acara yang dihadiri para pelajar dan mahasiswa ini mendatangkan narasumber Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNNP Sumut, Karjono, SP dan Psikolog Rahmadani Hidayatin, S Psi, M Kes.

Dikatakan Prof Hatta, salah satu upaya menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba adalah dengan penguatan nilai-nilai agama di kalangan masyarakat muslim dan generasi muda.
“Jadi orang tua dan keluarga muslim berperan aktif dalam memantau pergaulan generasi muda di tengah maraknya penyalahgunaan narkoba saat ini. Karena sudah banyak sekolah-sekolah agama menjadi incaran pengedar narkoba,” ucapnya.

Sementara Karjono mengatakan, Indonesia sudah darutat narkoba dimana prevalensi penyalahgunaan narkotika diusia 10-59 tahun. “Narkoba kejahatan luar biasa, karena daya rusaknya lebih serius dan mengerikan dibandingkan kasus korupsi atau terorisme. Korban kejahatan narkoba juga sangat besar sekitar 30-40 orang meninggal dunia setiap hari akibat narkoba,” tuturnya.

Diungkapkannya, narkotika yang sering disalahgunakan yakni ganja, ekstasi, sabu dan heroin yang masing-masing merusak saraf manusia secara perlahan sampai dengan gangguan kejiwaan.
“Penyalahgunaan narkoba juga berdampak kepada kejahatan lainnya,” kata Karjono.

Untuk itu, semua orang khususnya generasi muda harus dapat menghindari bahaya narkoba dengan rajin beribadah, biasakan hidup sehat, komunikasi dengan keluarga dan berani menolak. Karena masalah narkoba dan jaringan kejahatan terorganisasi tidak cukup diserahkan kepada kepolisian, BNN atau pihak terkait saja melainkan harus melibatkan semua elemen agar permasalahan ini dapat segera teratasi dan Indonesia menjadi negara yang aman, makmur dan sentosa.

“Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita,” tuturnya.

Psikolog, Rahmadi menyataan, untuk dapat mengembangkan toleransi secara optimal, seseorang perlu belajar melihat dunia secara personal, yaitu dengan merasakan hal-hal di sekitarnya sebagai bagian dari miliknya yakni ia bisa merasakan apa yang dirasakan orang, maka ia akan menjaga perasaan orang lain.
“Kesadaran ini yang harus selalu dikuatkan sehingga tidak mudah terpengaruh untuk melakukan tindakan kejahatan narkoba,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *