BNN Sumut Ajak Para Dai Sosialisasi Bahaya Narkoba

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara ajak para tokoh agama/mubaligh untuk ikut mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat. Pasalnya, Indonesia merupakan lahan peruntungan bagi para pengedar narkoba dan Sumatera Utara merupakan provinsi kedua setelah DKI Jakarta yang tertinggi dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Hal ini dikatakan Kepala BNNP Sumut, Drs Atrial SH bersama Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sumut, Tuangkus Harianja, dalam acara Talkshow Diseminasi Informasi P4GN kepada Dai/Mubaligh Kota Medan, yang dihadiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Al Washliyah, Muhammadiyah, NU dN , di aula MUI Kota Medan Jalan Amaliun Medan, Senin (14/10).

“Tokoh agama ini punya kapasitas dan kredibilitas menyampaikan pesan-pesan bahaya narkoba kepada masyarakat. Karena memberantas narkoba ini bukan hanya tanggungjawab BNN dan kepolisian saja tapi juga seluruh masyarakat, ujarnya.

Untuk kegiatan sosialisasi ini, lanjut Atrial, pihaknya telah masuk ke semua agama terkait untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba.

“Sosialisasi gencar dilakukan agar banyak orang berbicara tentang bahaya narkoba.
Semakin banyak orang berbicara tentang bahaya narkabo akan semakin baik hasilnya,” kata Atrial.

Dipaparkannya, berdasarkan data PBB ada 803 jenis narkoba baru yang telah beredar di dunia dan di Indonesia ada di 74 jenis. Ditahun 2018 Polisi bersama BNN berhasil mengungkapkan sekitar 40 ribu kasus dengab 53 ribu tersangka debgan barang bukti sabu dan ganja serta kerugian mencapai Rp 47 Triliun.
“Saat ini pengedar terus bergerak menemukan cara-cara baru mengelabuhi aparat keamanan dengan memanfaatkan anak-anak dan wanita. Menyikapi itu BNN melakukan tindakan program pencegahan dan pemerdayaan masyarakat, karena menang diperlukan dukungan dari masyarakat dan tokoh agama,” ungkapnya.

Dikatakannya lagi, ada 80 persen narkoba yang beredar berasal dari China dan melalui jalur laut serta Malaysia sering menjadi tempat transit peredaran narkotika. Dimana pengguna narkoba itu sekitar 59 persen pekerja, 24 persen pelajar dan 17 persen populasi umum.
“Tantangan generasi kemajuan teknologi dan informasi, kesalahan pola asuh orangtua, tuntutan pila asuh teman sebaya tinggi dan beban tugas sekolah yang menumpuk,” imbuhnya.

Sebelumnya Sekretarias Umum MUI Kota Medan Dr Syukri Albani Nasution, MA, mengatakan, sosialisasi yang dilakukan BNN ini sangat bermanfaat bagi para ulama tentang bahaya narkoba karena menjadi tanggungjawab mubaligh mengajak umat dalam berbuat kebaikan yang diridhoi Allah SWT.
“Dalam Islam sudah jelas bahwa perintah orang beriman jangan mendekati khamar yang dihiasi dengan memabukkan. Karwna khamar dan sejenisnya itu bagian dari perbuatan setan yang dibenci Allah.
Kami merasa bersyukur atas acara ini diselenggarakan yang tujuannya memang untuk keumatan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *