MUI Kota Medan Gelar Muhasabah, Ulama Diharap Ajak Umat Jaga Kebersihan

Sampah masih menjadi persoalan bagi Pemko Medan. Setiap orang menghasilkan 0,7 kg sampah setiap hari, dengan jumlah penduduk 3 juta lebih. Dinas kebersihan setiap hari membersihkan sampah sebanyak 4.500 ton, sedang 150 ton dibuang sembarangan oleh masyarakat.

“Perilaku buruk masyarakat dengan membuang sampah sembarangan harus sama-sama disadarkan agar Kota Medan bersih dan sehat. Taharah (bersuci/kebersihan) adalah pangkal dari ibadah, tanpa taharah ibadah akan sia-sia”, ujar Plt Walikota Medan Ir H Akhyar MSi, saat membuka acara Muhasabah Akhir Tahun 2019 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Kamis (28/11), di aula kantor MUI Kota Medan.

Pada kesempatan itu Plt Walikota Medan menyebutkan bahwa ulama punya pengaruh besar di tengah-tengah masyarakat untuk menyerukan kepada umat untuk menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing dan kebersihan kota. “Kita baru-baru ini diresahkan dengan prilaku yang membuang bangkai sembarangan, apalagi dilakukan dengan sengaja,” ujar Akhyar.

Akhyar menyampaikan permohonan maaf bagi warga Kota Medan atas kejadian ini, dan megajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan.

Pada kesempatan itu Akhyar mengatakan, Pemko Medan akan tetap memberikan dukungan kepada MUI Kota Medan dalam menjalankan program kerja untuk kemaslahatan dan pembinaan umat. “Aktivitas MUI juga aktivitas Pemko Medan karenanya harus saling memberikan dukungan,” kata Akhyar.

Pemko Medan, lanjut Akhyar, membutuhkan mimbingan para ulama dalam menjalankan tugas pembangunan. “Karenanya tegur dan nasehati jika menyimpang dari tujuan,” kata Akhyar seraya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika belum bisa memberikan yang terbaik bagi Kota Medan.

Ketua Umum MUI Kota Medan, Prof Dr M Hatta menyampaikan, muhasabah ini adalah bentuk evaluasi terhadap program kerja MUI Kota Medan.

Disebutkan, pengurus MUI Kota Medan telah melakukan kegiatan yang terukur dengan tolok ukurnya adalah membangun kualitas umat yang rahmatan lil alamin (bermanfaat bagi masyarakat, pemerintah dan Allah).

Salah satu program rahmatan lil alamin adalah kerja sama dengan Dinas Kesehatan Pemko Medan. MUI memberikan sumbangsih pemikiran bagaimana rahmatan lil alamin dalam kesehatan mulai tata cara membuang air kecil sesuai tuntunan agama bagi pria.

Begitu juga persoalan-persoalan prilaku masyarakat yang disebabkan perubahan sosial di tengah-tengah masyarakat. “Dalam hal ini MUI Kota Medan butuh dukungan dari Pemerintah Kota Medan,” kata Hatta.

Sebelumnya Ketua Panitia H Burhanuddin Damanik menyampaikan, peserta muhasabah ini diikuti seluruh pengurus MUI Kota Medan dan kecamatan, ormas Islam, dan ulama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *